jembatan bentang panjang di indonesia (Perancangan Jembatan)

JEMBATAN BENTANG PANJANG INDONESIA 

Sebelumnya sudah kita bahas ke- 15 Jembatan bentang panjang pertama, dengan bentangan antara 100 meter sampai 180 meter. Diantaranya yakni Jembatan Sedayu Lawas, Talumolo II, Tukad Bangkung, Ponulele, Siak III, Soekarno, Bojonegoro, KH. Noer Ali/Summarecon, Raja Mandala, Rumbai Jaya, Kahayan, Merah Putih, Barelang II/Narasinga, Pasupati, dan terakhir Jembatan Perawang.

Jembatan bentang panjang di Indonesia tersebar dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Seram, bahkan sampai Pulau Papua. Dominasi Jembatan bentang panjang ada di Pulau Kalimantan, wajar saja, sungai di Kalimantan lebar-lebar, sebut saja Sungai Barito, Mahakam dan Kahayan. Meski begitu, Jembatan berteknologi cable stayed yang terkenal dengan Pilonnya yang tinggi menjulang disertai jari-jari baja prategang dan selalu menjadi landmark kota, ternyata tersebar merata di Pulau-pulau besar Indonesia. Makanya, kalau mau tahu jembatan di Indonesia yang memiliki bentang panjang diatas 200 meter perlu di simak Part2 berikut, Penasaran? Ini dia

15. Jembatan Rumpiang

Tipe Jembatan : Steel Arch Bridge
Panjang Bentang Tengah : 200 meter
Panjang Total : 753 meter
Lebar : 9 meter
Selesai dibangun tahun : 2008
Lokasi : Barito Kuala, Kalimantan Selatan



Nah benerkan Jembatan di Kalimantan itu Panjang-panjang, termasuk ini, Jembatan Rumpiang. Jembatan ini melintasi Sungai Barito di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimanan Selatan. Dengan panjang bentang tengah mencapai 200 meter, teknologi jembatan ditopang oleh Pelengkung baja. Sebelum adanya Jembatan ini, warga menggunakan Kapal Feri sebagai transportasi penyeberangan sungai. Diresmikan April 2008 silam oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

14. Jembatan Bahteramas


Tipe Jembatan : Cable Stayed Bridge
Panjang Bentang Tengah : 200 meter
Panjang Total : 760 meter
Lebar : 24 meter
Selesai dibangun tahun : 2018 (Proses Pembangunan)
Lokasi : Kendari, Sulawesi Tenggara


Meskipun masih dalam tahap awal pembangungan, namun tak ada salahnya saya masukkan ke dalam postingan ini. Dengan teknologi Cable Stayed, jembatan Bahteramas (atau lebih sering disebut Jembatan Teluk Kendari) mampu menopang bentang tengah yang panjangnya mencapai 200 meter. Rencananya tahun 2018 baru akan selesai, jadi kita doakan saja pembangunan Jembatan Bahteramas bisa selesai tepat waktu dan akhirnya menjadi kebanggaan bagi warga kota Kendari, Provinsi Sulawesi Utara.

13. Jembatan Mahakam Ulu


Tipe Jembatan : Steel Arch Bridge
Panjang Bentang Tengah : 200 meter
Panjang Total : 800 meter
Lebar : 11 meter
Selesai dibangun tahun : 2009
Lokasi : Samarinda, Kalimantan Timur


Mirip dengan Jembatan Rumpiang, Jembatan Mahakam Ulu (atau disingkat Mahulu) juga menggunakan teknologi Pelengkung Baja. Panjang bentang tengahnya mencapai 200 meter. Jembatan Mahakam melintasi sungai Mahakam dan menjadi penghubung di dalam kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Meski awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2008 untuk dapat dipergunakan pada saat PON XVII di Samarinda, namun akhirnya baru dapat diresmikan oleh Presiden pada Juli 2009.

12. Jembatan Siak II

Tipe Jembatan : Cable Stayed Bridge
Panjang Bentang Tengah : 200 meter
Panjang Total : 1.196 meter
Lebar : 16,95 meter
Selesai dibangun tahun : 2007
Lokasi : Siak, Riau


Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah atau lebih dikenal Jembatan Siak II terkenal dengan ornament dan coraknya yang berciri khas melayu. Jembatan yang melintasi sungai Siak ini terletak Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dengan menggunakan struktur cable stayed, jembatan ini mampu menopang bentang tengan jembatan sepanjang 200 meter. Keunikan dari Jembatan ini adalah adanya Ruangan serba guna diatas Pilon setinggi 80 meter yang dilengkapi dengan dua buah lift. Nantinya pengunjung bisa menikmati keindahan landscape Kabupaten Siak yang dilintasi sungai. Jembatan Siak II resmi dilewati oleh kendaraan sejak Agustus 2007.

11. Jembatan Kalahien

Tipe Jembatan : Steel Arc Bridge
Panjang Bentang Tengah : 200 meter
Panjang Total : 620 meter
Lebar : 9 meter
Selesai dibangun tahun : 2010
Lokasi : Barito Selatan, Kalimantan Tengah


Baru pertama kali mendengarnya? Sama saya juga hehe. Jembatan Kalahien terletak di Kabupaten Barito Selatan, provinsi Kalimantan Tengah, melintasi Sungai Barito. Mirip seperti Jembatan Rumpiang, Jembatan ini juga menggunakan Pelengkung Baja sebagai struktur utama. Fungsi dari Jembatan ini dapat memotong waktu tempuh dari Barito Selatan ke Palangkaraya dari semula 11 jam menjadi sekian jam saja. Jembatan diresmikan pada November 2010. Meski pernah ditabrak oleh Kapal Tongkang pengangkut Batu Bara namun Jembatan masih dinyatakan aman.


10. Jembatan Martadipura

Tipe Jembatan : Steel Arc Bridge
Panjang Bentang Tengah : 200 meter
Panjang Total : 560 meter
Lebar : 9 meter
Selesai dibangun tahun : 2006
Lokasi : Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur


Dari namanya saja kita pasti tahu, Jembatan Martadipura terletak di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Jembatan ini diresmikan Maret 2006. Jembatan Martadipura menggunakan teknologi Pelengkung Baja sebagai struktur utamanya sehingga mampu menopang bentang tengah sepanjang 200 meter.    

9. Jembatan Tayan

Tipe Jembatan : Steel Arch Bridge dengan Suspension
Panjang Bentang Tengah : 200 meter
Panjang Total : 1420 meter
Lebar : 11,5 m
Selesai dibangun tahun : 2016
Lokasi : Sanggao, Kalimantan Barat


Jembatan Tayan terletak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jembatan ini melintasi Sungai Kapuas, dengan bentang tengah mencapai 200 meter. Sama seperti kebanyakan Jembatan di Kalimantan, Jembatan Tayan mengandalkan Pelengkung Baja sebagai struktur utama. Dengan warna merah pada pelengkung bajanya menjadikan Jembatan Tayan terlihat gagah. Jembatan ini selesai dibagun tahun 2016.

8. Jembatan Mamberamo

Tipe Jembatan : Suspension Bridge 
Panjang Bentang Tengah : 235 meter
Panjang Total : 235 meter
Lebar : 7 meter
Selesai dibangun tahun : 1996
Lokasi : Mamberamo, Papua


Tidak banyak yang tahu, bahwa ada jembatan dengan bentang terpanjang mencapai 235 meter di Papua. Namanya adalahah Jembatan Mamberamo. Ya, dari namanya kita tahu bahwa jembatan ini melintasi Sungai Mamberamo, tepatnya di Kabupaten Mamberamo, Provinsi Papua. Jembatan ini mengandalkan sturktur gantung atau bahasa kerennya Suspension, sebagai penopang utama jembatan. 

7. Jembatan Barito

Tipe Jembatan : Suspension Bridge
Panjang Bentang Tengah : 240 meter
Panjang Total : 1082 meter
Lebar : 10 meter
Selesai dibangun tahun : 1997
Lokasi : Barito Kuala, Kalimantan Selatan


Jembatan Barito (atau sering juga disebut Jembatan Pulau Bakut) menjadi Jembatan bentang terpanjang yang ada di Kalimantan. Terletak di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, Jembatan ini menjadi akses utama dari kota Banjarmasin menuju kota Palangkaraya dan sebaliknya. Dari namanya kita tahu, bahwa Jembatan ini melintasi Sungai Barito dengan panjang bentang tengah mencapai 240 meter. Jembatan ini diresmikan pada April 1997 oleh Presiden Soeharto.

6. Jembatan Barelang V


Tipe Jembatan : Concrete Arch Bridge
Panjang Bentang Tengah : 245 meter
Panjang Total : 385 meter
Lebar : 18 meter
Selesai dibangun tahun : 1997
Lokasi : Batam, Kepulauan Riau


Jembatan ini memiliki nama asli Tuanku Tambusai namun sering disebut Jembatan Barelang V. menghubungkan pulau Rempang dengan pulau Galang. Dengan struktur utama menggunakan Pelengkung Beton yang terletak di bawah jembatan menjadikan Jembatan terlihat sangat kokoh. Dengan panjang bentang tengah mencapai 245 meter menjadikannya Jembatan barelang V adalah Jembatan pelengkung beton terpanjang se Indonesia. Jembatan ini diresmikan pada tahun 1997.

5. Jembatan Teluk Masjid

Tipe Jembatan : Steel Arch Bridge
Panjang Bentang Tengah : 250 meter
Panjang Total : 1.650 meter
Lebar : 9 meter
Selesai dibangun tahun : 2012
Lokasi : Siak, Riau


Jembatan Teluk Masjid terletak di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Jembatan ini juga dikenal dengan nama Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmad Syah. Jembatan ini merupakan penghubung antara kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, dengan Kabupaten Bengkalis. Diresmikan pada tahun 2012, Jembatan Teluk Masjid menjadi Jembatan bentang terpanjang (250 meter) untuk struktur Pelengkung Baja di Indonesia.
    
4. Jembatan Kutai Kartanegara

Tipe Jembatan : Steel Arch Bridge
Panjang Bentang Tengah : 270 meter
Panjang Total : 710 meter
Lebar : 9 meter
Selesai dibangun tahun : 2015
Lokasi : Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur


Meskipun pernah runtuh pada tahun 2011 dan heboh baik di kalangan insinyur sipil, Jembatan Kutai Kartanegara akhirnya dibangun dan diresmikan kembali pada tahun 2015. Keruntuhan jembatan Kutai Kartanegara menjadikan pelajaran berharga bagi insinyur se-Indonesia. Sejak kejadian ini, Baik Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan, sampai Pemeliharaan Jembatan harus diperhitungkan secara matang dan konsisten.

Jembatan Kutai Kartanegara terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, melintasi Sungai Mahakam. Sebelum runtuh, Jembatan ini menggunakan struktur Supension, namun setelah collaps, desain jembatan diganti dengan Pelengkung Baja. Dengan warna dominan oranye kekuningan pada baja, menjadikan Jembatan Kutai Kertanegara megah dipandang.

3. Jembatan Barelang I

Tipe Jembatan : Cable Stayed Bridge
Panjang Bentang Tengah : 350 meter
Panjang Total : 642 meter
Lebar : 21,5 meter
Selesai dibangun tahun : 1998
Lokasi : Batam, Kepulauan Riau


Ini dia, dari semua Jembatan Barelang Group yang ada di Batam, Jembatan Barelang I adalah jembatan terpanjang, Nama lainnya adalah Jembatan Tengku Fisabilillah. Jembatan ini menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Batam. Usut punya usut, BARELANG merupakan nama singkatan dari Pulau Batam, Rempang, dan Galang. Jadi gugusan Jembatan yang melintas diantara pulau tersebut disebut Barelang. 

Alhasil, Jembatan Barelang menjadi landmark Kota Batam, bahkan telah terkenal seantero Indonesia, belum pernah ke Batam kalau belum singgah di Jembatan Barelang. Dengan Struktur utama menggunakan Cable Stayed, menjadikan Jembatan Barelang I sebagai Jembatan Cable Stayed terpanjang kedua dengan panjang bentang mencapai 350 meter. 

2. Jembatan Pulau Balang 

Tipe Jembatan : Cable Stayed Bridge
Panjang Bentang Tengah : 402 meter
Panjang Total : 804 meter
Lebar : 19 meter
Selesai dibangun tahun : Proses Pembangunan
Lokasi : Balikpapan, Kalimantan Timur


Jembatan Pulau Balang terletak di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara. Jembatan ini melintasi Teluk Balikpapan dengan bentang terpanjang mencapai 402 meter. Jembatan ini akan dibangun dengan konstruksi cable stayed. Pada saat ini, Jembatan Pulau Balang masih dalam tahap pembangunan. Bila telah selesai kelak, jembatan ini akan menggeser posisi Jembatan Barelang I untuk posisi Jembatan Cable Stayed terpanjang kedua. 

1. Jembatan Suramadu

Tipe Jembatan : Cable Stayed Bridge
Panjang Bentang Tengah : 434 meter
Panjang Total : 5438 meter
Lebar : 30 meter
Selesai dibangun tahun : 2009
Lokasi : Surabaya-Madura, Jawa Timur


Siapakah yang menjadi top of the top sebagai Jembatan bentang terpanjang? Jeng..Jeng..  tidak lain dan tidak bukan, yaitu Jembatan Suramadu. Jembatan Suramadu memiliki Panjang bentang tengah mencapai 434 meter!, sekaligus menjadikannya Jembatan Cable Stayed terpanjang di Indonesia. Kalau jembatan-jembatan sebelumnya hanya melintasi sungai, tetapi Jembatan ini melintasi Selat Madura. Jembatan Suramadu meruapakan nama gabungan dari Kota Surabaya dengan Pulau Madura, jadilah nama SURAMADU. 

Total panjang Jalan dan Jembatan Suramadu mencapai 5.438 meter, terdiri dari tiga bagian yakni jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jembatan ini diresmikan pada Juni 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tujuan dari Pembangunan jembatan ini untuk mempersingkat waktu tempuh mobilisasi dari Pulau Madura ke Kota Surabaya maupun sebaliknya.  

Jembatan ini terlihat indah baik di siang hari apalagi di malam hari. Bermandikan tata cahaya lampu, Pilon Jembatan Sukarno memancarkan warna-warna yang indah. Tak ayal, Jembatan Sukarno langsung menjadi ikon (landmark) Kota Surabaya dan tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Tapi jika mau berfoto dengan latar belakang jembatan jangan ditengah bentang (di dalam tol), karena diatas jembatan kendaraan dilarang berhenti, Bila kita nekat, siap-siap ditilang oleh Polisi. Sebaiknya ambil posisi di sisi bawah jalan pendekat, jadi sebelum masuk Tol kita berbelok menuju ke bibir Pantai, nah di sana banyak tempat spot foto yang bagus.

Komentar

Postingan Populer